Tangis suami: Rumini malam sampai pagi hari meluk-meluk saja, dadah-dadah terus..

 


Banyak orang dan warganet kini menangisi Rumini, yang menemani nenek atau ibunya, Salamah dan pasrah terkena terjangan erupsi Gunung Semeru. Keduanya ditemukan meninggal dunia posisi berpelukan terkena lahar Semeru. Suami Rumini nangis mengingat malam sebelum kejadian.

Suami Rumini sedih banget kehilangan istrinya. Suami mengatakan sepanjang malam sampai pagi hari, Rumini manja banget kepada suaminya. Dia memeluki terus suaminya semalaman sampai pagi hari. Tangis suami Rumini, meluk dari malam sampai pagi hari

Rumini namanu membanjiri media sosial. Banyak yang mengambil pelajaran hidup dari keputusan Rumini nggak lari menyelamatkan diri, tapi setia menemani Salamah. Keduanya kena lahar erupsi Gunung Semeru.

Nah belakangan muncul tulisan di Facebook yang menceritakan testimoni suami Rumini. Tulisan itu ditandai merupakan tulisan dari Qurroti A’yun. Akun ini menjelaskan tulisannya disalin dari pengakua suami Rumini.

Qurroti A’yun membagikan kisah suami Rumini. Jadi malam sebelum kejadian erupsi, Rumini tumben manja banget kepada suaminya. Dia terus menerus memeluk suaminya.

Biasanya saat malam tidur, pasangan suami istri itu mengapit anak mereka, Zaki. Namun malam itu lain dari biasanya.

“Malam itu entah kenapa kok istri saya meluk-meluk aja. Entah kenapa malam itu kok istri saya minta di sisi saya, minta diusap kepalanya sambil terus tidur senderan di dada saya,” ujar sang suami dalam kisahnya berjudul Romantisme Rumini, dikutip Selasa 7 Desember 2021..

Suami pun heran dan tanya kenapa sih kok tumben istrinya kok manja banget gitu.

Rumini menjawab tidak ada apa-apa. “Ndak apa-apa mas, aku kangen,” ujar Rumini menjawab suaminya.

Suami menceritakan ini dengan menahan sedih dan tangisnya.

Nah esok harinya, saat melepas suaminya berangkat kerja ke tambang pasir, Rumini masih terus manja.

“Kok istri saya masih meluk-meluk lagi, masih menciumi saja. Biasanya tak pernah begitu. Pas mau berangkat kerja dia dadah-dadah terus sampai saya betul-betul berangkat,” ujar si suami.

Sambil melangkah kakinya ke tempat kerjaan, suami ngaku bertanya-tanya dalam hari, kok tumben istrinya manja gitu ya.

Di tempat kerja, suami merasa kepikiran terus pada istrinya. Dia juga kepikiran anaknya, jangan-jangan Zaki kenapa-kenapa.

Suami hilang akal mau mati bersama

Momen makin menegangkan saat erupsi terjadi. Saat pulang ke rumah, suami menyaksikan kekacauan warga, berlarian menyelamatkan diri.

Dalam kepanikan itu, dia syukur bertemu anak dan paman anaknya. Tapi suami khawatir kalut, di mana Rumini.

“Saya bertekad ke rumah khawatir dia terjebak, tapi semua menghalangi saya untuk rumah, dan ada yang bilang Rumini sudah keluar mengungsi..katanya ia pakai jilbab hitam,” ujar suaminya.

Dihalangi, namun dalam hati suami berontak banget ingin nekat ngecek rumahnya. Suami ngaku sudah hilang akal, kalaupun harus mati biarlah mati bersama saja.

“Tapi semua orang menghalangi, dan memang sudah tidak memungkinkan lagi, kondisi betul-betul gelap gulita,” katanya.

Suami makin terasa sedih mengingat semalaman dan esoknya Rumini manja dengannya.

“Saya betul-betul tidak menyangka bahwa pelukannya pagi itu adalah pelukan terakhir lambaian tangannya ternyata perpisahan untuk kami selamanya,” kata suami.

Belum ada Komentar untuk "Tangis suami: Rumini malam sampai pagi hari meluk-meluk saja, dadah-dadah terus.."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel