Kajian Gus Baha Terbaru, Ulama Beda Pendapat Zaman Sekarang


 Berikut adalah kajian KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha terbaru yang membahas tentang ulama beda pendapat zaman sekarang.

Zaman sekarang banyak sekali perbedaan pendapat diseluruh kalangan, terkhusus para ulama. Oleh sebab itu KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengangkatnya dalam sebuah kajian.

Dilansir dari kanal YouTube Santri Gayeng pada tanggal 31 Januari 2022. Berikut kajian KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha terbaru tentang ulama beda pendapat zaman sekarang.

Baca Juga: Pembahasan Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 188, Pendapat Tentang Sebuah Mosi

Sayyidina Umar, itu pernah mengatakan “Wahai Hajar, saya tahu kamu hanya batu. Yang namanya batu itu gak manfaatnya gak mudharatnya. Cuma saya melihat Nabi mencium kamu, maka saya ikut juga mencium kamu”.

“Tapi bukan berarti kamu gak ada manfaatnya, saya yakin kamu ada manfaatnya”. Lanjut Sayyidina Umar.

Sayyidina Umar berkata demikian tentu benar. Karena dia menyaksikan ketika Nabi mencium Hajar Aswad itu dikomentari bahkan dibully oleh orang kafir.

Baca Juga: Pembahasan Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 187, Menyusun Mosi dari Sebuah Tema

Masyhur itu “Lihatlah Muhammad, kami yang menyembah mengusap-usap batu saja tidak boleh, tapi dia sendiri melakukan itu”. Ujar orang kafir.

Makanya kalau dia mau mengusap, takut dibully, akhirnya berkata, jadi bukan berdoa malah komentar, lama-lama beliau ditegur oleh Sayyidina Ali.

“Kamu jangan ngomong begitu terus”. Ujae Sayyidina Ali.

Gimana juga Hajar Aswad adalah tangan kanan Allah di bumi. Orang yang pernah menyentuh Hajar Aswad itu sama saja seperti dekat dengan Allah SWT.

Semenjak itu, akhirnya banding. Kalau kira-kira kultusnya berlebihan, pakai madzab Sayyidina Umar. Kalau kelihatannya manjur, pakai madzabnya Sayyidina Ali.***

Belum ada Komentar untuk "Kajian Gus Baha Terbaru, Ulama Beda Pendapat Zaman Sekarang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel