Gus baha Eksistensi Allah SWT adalah dzat yang paling zahir

  


KH Bahauddin Nursalim atau yang lebih akrab disapa Gus Baha mengatakan, imannya seorang Muslim adalah iman (percaya) kepada Allah SWT. Di mana Muslim mempercayai bahwa Allah SWT itu dzat yang wujud.

Sementara, menurut Gus Baha, di dalam mazhab Ahlussunnah Wal Jama'ah memiliki keyakinan bahwa setiap orang berhak mengatakan 'Saya seorang Mukmin'. Kemudian apakah boleh disertai dengan pengucapan Insya Allah?

Karena biasanya kalau orang-orang yang agak sopan ketika ditanya jawabnya: Insya Allah.

Misalnya ditanya hutangmu mau dibayar tidak? Insya Allah.

Maka menurut Gus Baha, jangan terlalu mudah mengucapkan kalimat Insya Allah. Sebab kalimat tersebut tidak dapat digunakan untuk sesuatu yang nyata.

"Kewajiban iman kepada Allah SWT itu nyata. Maka seharusnya kamu tidak boleh mengatakan 'Saya seorang Mukmin, Insya Allah," ujar Gus video yang diunggah channel YouTube Santri Gayeng, Senin (13/12/2021).

Oleh karena itu, lanjut Gus Baha menyebut, terkadang orang yang soan lebih buruk daripada orang yang kurang sopan. Sebab sesuatu yang sudah jelas, malah mengucapkan Insya Allah.

Gus Baha menambahkan, ada juga ulama yang cara berpikirnya sopan. Misalnya dirinya menyebut, setaip orang mukmin itu pasti masuk surga. Artinya ketika kamu terlalu percaya diri mengaku sebagai mukmin, berarti sama saja mengatakan, 'kita ini penduduk surga' karena orang mukmin itu pasti masuk surga,

"Tapi jika kita tidak yakin pasti akan masuk surga, kita boleh mengatakan Insya Allah. Tapi bukan Insya Allah wujudnya Allah SWT, melainkan kita pasti akan masuk surga," kata Gus Baha.

Lebih lanjut Gus Baha menjelaskan, terdapat pandangan yang kuat dalam Ahlussunnah Wal Jama'ah yang menyebutkan boleh mengatakan Insya Allah dan ada yang menyebutkan tidak boleh mengatakan Insya Allah.

Namun dalam konteks ini, Gus Baha menyebut, tidak usah mengucap Insya Allah. Bahwa ketika tidak masuk surga itu bukan menjadi masalah.

Sebab menurut Gus Baha, Allah SWT itu wujud yang jelas. Sehingga masuk surga maupun tidak, eksistensi Allah SWT dzat yang paling zahir (jelas).

Belum ada Komentar untuk "Gus baha Eksistensi Allah SWT adalah dzat yang paling zahir"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel