Kabupaten Tulungagung menyampaikan dukungan kitab gundul.


--Gatot Sunu, wakil bupati Kabupaten Tulungagung menyampaikan dukungan untuk program memasyarakatkan kitab gundul. Dukungan tersebut disampaikansaat wabup menghadiri Diklat Metode Arbain di Pesantren Al Azhaar Tulungagung. Metode Arbain merupakan sebuah inovasi dalam belajar membaca kitab gundul, kitab kuning dengan mudah dan cepat. Diklat Metode mudah cepat akan memberi bekal santri sehingga gampang kuasai kitab gundul.

"Metode Arbain sebuah inovasi yang bagus di zaman digital. Metode ini sangat perlu dikembangkan. Saya mendukung memasyarakatkan program ini. Diklat ini akan memberi bekal terbaik bagi pengasuh pesantren perwakilan Jawa Timur. Upaya ini agar kaum muslimin dapat memahami ajaran Islam rahmatalil alamin. Karena saat ini diperlukan ajaran Islam rahmatalil alamin agar terwujud ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah bashariyah. Tulungagung diperlukan masyarakat yang religius agar menjadi kabupaten tentram. Dan semua sepakat bahwa pesantren merupakan benteng pertahanan terbaik bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman radikalisme.", ujar Gatot Sunu.

Sementara itu saat ditanya motifasi Diklat Metode Arbain yang pertama kali di Kabupaten Tulungagung ini, direktur Pesantren Al Azhaar Tulungagung, KH. Imam Mawardi Ridlwan menegaskan bahwa Metode Arbain sebagai karya yang praktis untuk memudahkan para pembelajaran dalam menguasai ilmu nahwu, shorof dan lughoh. Metode Arbain disusun oleh Kyai Muharror Khudlori dari Pondok Pesantren Al Mubarok Al Arbain Tlogorejo Wonosalam Demak. Metode tersebut memberi warna memasyarakatkan kitab kuning (baca kitab gundul) Metode Arbain telah dipraktikan di pesantren Al Mubarok selama 19 tahun yang. Setelah dalam waktu selama tersebut baru disampaikan ke publik."

Di tempat terpisah, ketua panitia Diklat Metode Arbain, Ustadz Syaifuddin melaporkan bahwa diklat Metode Arbain diikuti 400 utusan ponpes se Jawa Timur. Namun ada peserta dari pesantren Jambi dan Jakarta. Peserta mendapatkan buku Metode Arbain dan sertifikat sanad Arbain. Ketua panitia menegaskan bahwa Metode Arbain akan diterapkan di Pesantren Al Azhaar Tulungagung mulai semester genap tahun ajaran ini, 2021/2022.

Penyusun Metode Arbain, Kyai Muharror Khudlori tampil secara totalitas mulai jam 09.00-16.30. Kyai yang baru usia 42 tahun menyampaikan Diklat secara aktif learning dan mudah dipahami. Secara umum para peserta sudah dapat memahami dan mempraktekkan Metode Arbain di pesantren atau lembaga masing-masing. Para peserta menyampaikan bahwa Metode Arbain cukup praktis untuk digunakan di pesantren atau lembaga.

Salah satu peserta, KH Imam Hambali Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Sarongan Jambi menyampaikan metode ini akan diterapkan di pesantren beliau. Menurut alumni Pesantren Sarang tersebut, metode Arbain memang mudah cepat dan lengkap. Kyai Muharror Khudlori sudah mampu menyajikan metode mudah. Dan lebih penting selama sehari kita sudah diajari cara untuk mempraktekkan Metode Arbain ini. Saatnya kita menerapkannya.

Pembukaan Diklat Metode Arbain di Pesantren Al Azhaar Tulungagung lebih berkah karena ditutup do'a oleh KH. Mahrus Maryani Pengasuh Pondok Pesantren Ngunut Tulungagung. Seusai do'a Kyai Muharror Khudlori Demak memberikan hadiah 15 eksplar Kitab Arbain ke wakil bupati Kabupaten Tulungagung, Gotot Sunu, SE.

Belum ada Komentar untuk "Kabupaten Tulungagung menyampaikan dukungan kitab gundul."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel