Surat Al-Baqarah Ayat 168-169, Mengapa Allah Melarang Manusia Mengikuti Setan
Allah melarang manusia mengikuti setan karena ia adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Setan senantiasa mempengaruhi manusia untuk berbuat kejahatan.
Setan juga membisikkan hal-hal buruk agar manusia semakin jauh dari Allah dan berprasangka buruk terhadap-Nya.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
اِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوْۤءِ وَالْفَحْشَاۤءِ وَاَنْ تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
yā ayyuhan-nāsu kulụ mimmā fil-arḍi ḥalālan ṭayyibaw wa lā tattabi'ụ khuṭuwātisy-syaiṭān, innahụ lakum 'aduwwum mubīn
innamā ya`murukum bis-sū`i wal-faḥsyā`i wa an taqụlụ 'alallāhi mā lā ta'lamụn
"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah." (Q.S. Al-Baqarah : 168-169)
Belum ada Komentar untuk "Surat Al-Baqarah Ayat 168-169, Mengapa Allah Melarang Manusia Mengikuti Setan"
Posting Komentar