5 Amalan yang Dianjurkan Rasulullah SAW Saat Hujan Turun
Hujan adalah rahmat yang Allah SWT curahkan bagi bumi.
Hujan diturunkan oleh-Nya untuk membawa keberkahan bagi makhluk di bumi.
Allah SWT berfirman:
وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُّبَارَكاً فَأَنبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ
Artinya: “Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS. Qaaf: 9)
Terkait hal itu, Rasulullah SAW menganjurkan beberapa amalan saat hujan turun, agar hujan menjadi berkah.
Berikut di antaranya:
1. Bersyukur
Mensyukuri nikmat turunya hujan dengan membaca doa:
اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً
Allahumma shoyyiban naafi’aa
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.”
Hal itu berdasarkan hadis dari Aisyah Radhiallahu anha:
إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً »
Artinya: "Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, Beliau mengucapkan, 'Allahumma shoyyiban nafi’aa (Ya Allah turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat)."
2. Berdoa
Hujan adalah waktu mustajab untuk berdoa.
Sebagaimana dalam sebuah hadis:
اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ
Artinya: "Carilah doa yang mustajab pada tiga keadaan : Bertemunya dua pasukan, menjelang salat dilaksanakan, dan saat hujan turun.”
Untuk itu, umat Islam dianjurkan untuk berdoa saat hujan turun.
3. Berwudu
dengan Air Hujan
Berwudhu dengan air hujan tertuang dalam satu hadis berikut:
“Apabila air mengalir di lembah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Keluarlah kalian bersama kami menuju air ini yang telah dijadikan oleh Allah sebagai alat untuk bersuci”. Kemudian kami bersuci dengannya.” (HR. Muslim, Abu Daud, Al Baihaqi, dan Ahmad)
4. Mengambil Berkah dari Air Hujan
Air hujan adalah air yang jatuh ke bumi dalam keadaan murni dan bersih, sesuai dengan ketentuan Allah.
وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْراً بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُوراً
Artinya: “Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih.” ( QS: Surat al-Furqan (25) : 48)
Hujan adalah rahmat yang diciptakan oleh Allah Ta’ala.
Oleh karena itu, Rasulullah bertabaruk (mengambil berkah) dari hujan tersebut.
Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata,
”Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah menyingkap bajunya hingga terguyur hujan. Kemudian kami mengatakan, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan demikian?” Kemudian beliau bersabda,“Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan.”
5. Tidak Mencela Hujan
Mencela hujan berarti mencela penciptanya.
Dalam sebuah hadis qudsi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,
“Manusia menyakiti Aku; dia mencaci maki masa (waktu), padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Belum ada Komentar untuk "5 Amalan yang Dianjurkan Rasulullah SAW Saat Hujan Turun"
Posting Komentar